Jumat, 08 Juli 2011

DAD, I'M SORRY

14 juni 2010, saat dimana aku harus kehilangan sosok seorang ayah dalam hidupku untuk selamanya. Aku tak pernah mengira bahwa beliau akan meninggalkanku dan keluarga secepat itu dan dalam suasana seperti itu. Aku amat teramat merasa bersalah dan merasa benar-benar berdosa. Di usia beliau yg sudah terbilang tua, aku malah tidak memperdulikannya. Aku bersikap seperti itu karena rasa benci di hatiku terhadap beliau. Rasa benci itu hadir saat ayah dan ibuku bertengkar. Ya, benar-benar bertengkar hebat. Aku merasa kasihan pada ibuku yang selalu disalahkan. Dan akibat pertengkaran itu, ibuku memutuskan untuk pisah ranjang dengan ayahku.

Beberapa minggu setelah pertengkaran itu terjadi, tepatnya tanggal 04 mei 2010 mereka bertengkar hebat lagi. Mereka lupa bahwa hari itu adalah ulang tahun kakak pertamaku. Aku kasihan pada kakakku yang harus menerima "HADIAH SPESIAL" dari ayah dan ibuku. Pertengkaran hari itu mengakibatkan ibuku pergi dari rumah selama beberapa hari.

Suatu sore, ibuku berkata "kayaknya udah ga bisa disatuin lagi". Itu, itu kata2 yang membuatku putus asa untuk mendapatkan keluarga yang sempurna seperti dulu. Sejak saat itu, hubungan mereka sangatlah tidak harmonis. Mereka tidak pernah saling mengobrol, saling senyum, bahkan saling menatap pun tidak.

Dan pada tanggal 13 juni 2010 malam, ayahku memegang tangan ibuku dan meminta maaf kepadanya. Ibuku hanya terdiam, tidak memberikan respon sedikitpun. Dan tanpa diduga ayahku berkata "kalo bapak meninggal, dikuburnya jangan jauh-jauh, yang deket aja. terus ga usah nunggu sodara yang dari solo, kelamaan". Ibuku tetap diam dan langsung masuk kamarku. Aku yang mendengarkan ucapan itu, malah terus mendengarkan musik tanpa berfikir bahwa itu adalah pesan terakhir ayahku dan ucapan terakhir dari beliau yang sempat aku dengar.

Pagi harinya tanggal 14 juni 2010, aku melihat ada yang berbeda dari ayahku. Biasanya saat aku akan berangkat sekolah, beliau telah siap dengan kendaraannya untuk mengantarkanku ke sekolah (saat itu aku sedang menghadapi Ujian Kenaikan Kelas). Tapi pagi itu tidak. Beliau memang sudah bangun dan minum teh, tapi kemudian masuk kamar dan tidur lagi. Aku yang ingin pamitan merasa tidak tega untuk membangunkannya. Maka dari itu, aku langsung saja berangkat sekolah.

Saat UKK selesai pada pukul 11:00, aku sama sekali tidak merasakan firasat apapun. Malah saat itu aku akan pergi ke BNR bersama teman-temanku. Tapi entah kenapa sampai jam 12 lewat aku masih saja berada di sekolah. Tiba-tiba wali kelasku menghampiriku dan teman-temanku, ia memanggil salah satu temanku yg bernama Anggi. Setelah berbicara dengan Anggi, tiba-tiba Anggi menyuruhku ikut dengannya. Aku bingung kenapa hanya aku yang diajak olehnya. Anggi mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan terburu-buru. Aku pun bingung, tiba-tiba aku memikirkan rumah karena Anggi membawaku menuju arah rumahku. Aku memaksanya untuk memberitahuku apa yang sebenarnya terjadi. Awalnya ia tidak ingin memberitahuku, tapi perasaanku benar-benar kacau. Dan setelah aku memaksanya, barulah ia memberitahu apa yang terjadi. Aku masih mengingat kata itu "bokap meninggal". Demi Allah aku tidak percaya dan rasanya aku ingin teriak bahwa semua itu BOHONG! Tapi setelah sampai di rumah, aku benar-benar tidak percaya bahwa ayahku telah tiada. Aku menangis dan hanya bisa menyesali. Aku meminta maaf di hadapan jenazah ayahku.Walaupun aku tahu bahwa beliau tidak akan memberikan respon apapun. Seandainya pagi itu aku pamitan dan berbicara sebentar saja dengannya, mungkin itu adalah kenangan terakhirku bersama beliau. Aku amat teramat menyesal. Saat itu, rasa benci itu hilang dan berubah menjadi rasa kehilangan dan penyesalan yang amat mendalam.

Saat aku mengantarkan beliau ke tempat peristirahatannya yang terakhir dan saat jenazah ayahku ditimbun dengan tanah, tangisanku semakin menjadi. Aku benar-benar tidak menduga bahwa ayahku akan meninggalkanku secepat itu. Disitu aku berharap itu hanyalah mimpi dan semuanya akan lenyap setelah aku terbangun. Tapi ternyata tidak, itu adalah kenyataan yang benar-benar harus aku terima dengan ikhlas. Dan aku hanya bisa terdiam dan selalu berdoa dalam hati, memohon agar beliau memaafkanku. Amin :)

# Dian sayang banget sama ayah. Dian kangen sama ayah. Maafin semua salah Dian ya. Makasih karna ayah telah menjadikan Dian sebagai anak kesayangan ayah. DIAN SAYANG DAN KANGEN BANGET SAMA AYAH :*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar