Sabtu, 04 Februari 2012

Cinta 100 Hari

Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan dan kepergiannya tidak pernah diharapkan. Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi (NN).

Rama dan Sinta sedang duduk di taman. Mereka hanya memandangi langit ketika temen-teman mereka sedang having fun dengan pasangannyamasing-masing.

"Aku sungguh-sungguh bosan. Saat ini aku sungguh-sungguh berharap memiliki kekasih dan dapat menghabiskan waktu bersamanya" kata Sinta.

"Sepertinya cuma kita berdua yang tidak memiliki pasangan" timpal Rama. Keduanya hening sejenak.

"Aku punya ide. Ayo kita memainkan sebuah game" kata Sinta lagi.

"Game apa?"

"Gampang kok. Kamu jadi pacarku untuk seratus hari dan aku jadi pacarmu selama seratus hari. Bagaimana?"

"Um... Okay. Lagian aku juga tidak punya rencana dalam beberapa bulan ke depan"

"Nampaknya kamu tidak terlalu suka. Bersemangatlah! Hari ini akan menjadi hari pertama kencan kita. Sebaiknya kita pergi kemana?" tanya Sinta.

"Bagaimana kalau kita nonton film?" tanya Rama. "Aku dengar saat ini sedang ada penayangan film yang bagus di bioskop".

"Kelihatannya itu ide yang paling bagus. Ayo kita berangkat sekarang!". Dan mereka berdua pun pergi nonton film di bioskop.

Hari ke-2
Rama dan Sinta menonton konser bersama dan Rama membelikan sebuah gelang untuk Sinta.

Hari ke-3
Mereka belanja bareng untuk membeli kado ulang tahun teman mereka. Mereka makan satu es krim berdua dan saling berpelukan untuk pertama kali.

Hari ke-7
Rama membawa Sinta ke puncak gunung dan mereka menyaksikan sunset bersama. Ketika malam tiba dan bulan bercahaya, mereka duduk di rumput dan melihat bintang bersama. Ada bintang jatuh. Sinta membisikkan sesuatu.

Hari ke-25
Menghabiskan waktu bersama di taman bermain. Mereka naik rollercoaster, makan hotdog dan gula-gula kapas. Rama dan Sinta masuk ke "Rumah Hantu" dan Sinta memegang tangan orang lain dan mengira itu tangan Rama. Mereka tertawa bersama.

Hari ke-67
Mereka melewati sebuah sirkus dan memutuskan untuk menonton pertunjukan itu. Pesulap meminta Sinta menjadi asistennya dalam salah satu permainannya. Mereka menikmati pertunjukan-pertunjukan yang ada.

Hari ke-84
Sinta ingin mereka pergi ke pantai. Pantai tidak terlalu ramai hari itiu. Mereka berciuman untuk pertama kali saat matahari mulai terbenam.

Hari ke-99
Mereka memutuskan untuk melewati hari itu dengan biasa dan memutuskan untuk berjalan kaki keliling kota. Mereka duduk di sebuah kursi.

1:23 siang
"Aku haus" kata Sinta. "Tunggu sebentar biar aku yang belikan minuman. Mau minum apa?" tanya Rama. "Jus apel sepertinya enak".

1:43 siang
Sinta telah menunggu selama 20 menit tetapi Rama belum juga kembali. Lalu seseorang berjalan ke arahnya.

Orang itu bertanya padanya, "Apa namamu Sinta?"

"Ya. Ada yang bisa saya bantu?"

"Saat ini di jalanan sana ada seorang pengemudi mabuk menabrak seorang pria. Aku pikir itu temanmu"

Sinta berlari ke arah yang ditunjukkan orang itu dan melihat Rama tergeletak di jalan dengan darah memenuhi wajahnya dan jus apel itu masih di tangannya. Ambulans datang dan dia menemani Rama ke Rumah Sakit. Sinta duduk di luar kamar gawat darurat selama lima jam lebih. Dokter keluar dan ia menarik nafasnya.

11:51 malam
"Saya minta maaf, tetapi kami sudah berusaha sebaik mungkin. Ia masih bernafas tetapi kelihatannya Tuhan akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini di sakunya" kata sang dokter sambil memberikan sepucuk surat kepada Sinta. Sinta segera beranjak ke dalam kamar untuk melihat Rama. Ia kelihatan sangat lemah tetapi damai. Sinta membaca surat itu dan ia menangis.

Isi surat itu :

Tina,
Seratus hari kita hampir habis. Aku sungguh-sungguh menikmati hari-hari saat bersamamu. Meskipun mungkin kamu kadang-kadang tampak rakus dan lamban berpikir, tetapi semua itu membawa kebahagiaan ke dalam hidupku. Aku telah menyadari bahwa kau sungguh-sungguh gadis yang manis dan aku menyalahkan diriku sendiri mengapa selama ini aku tak pernah menyadari hal itu. Aku tidak punya banyak hal untuk kukatakan, tetapi aku cuma berharap kita bisa memperpanjang waktu kita. Aku ingin menjadi pacarmu selamanya dan berharap kamu selalu ada di sampingku setiap waktu. Sinta, I love you.

11:58
"Rama, tahukah kamu permohonan apa yang aku buat saat melihat bintang jatuh waktu itu? Aku minta kepada Tuhan untuk membiarkan kita selamanya. Kita telah saling memiliki selama 100 hari ini peter. Kamu gak boleh ninggalin aku. I LOVE YOU. Dapatkah kamu kembali padaku saat ini? I love you Rama. I LOVE YOU.

Ketika waktu menunjukkan jam 12 malam. Jantung Rama berhenti berdetak. Itu adalah hari ke-100.

Cinta adalah roda yang menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, Kita tidak dapat merasakan betapa indah hidup ini.

**sumber : 6000 anak tangga cinta (Agnes Nita Carolina, SSi., MSi. dan A. Rudiy, SS. MTh.,)

Kamis, 02 Februari 2012

1001 BURUNG-BURUNG KERTAS

Hanya dengan cinta yang indah, kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan dan pahitnya kesedihan dan duka perpisahan (Khalil Gibran)

Suatu hari, ada seorang pria yang sangat mencintai seorang gadis. Pria itu amat romantis dan ia membuatkan 1001 burung-burung kertas sebagai hadiah ulang tahun kepada gadis itu. Namun, pada waktu itu ia hanyalah seorang karyawan biasa di perusahaan tempatnya bekerja. Masa depannya tidak terlihat begitu cerah. Tetapi ia nampak bahagia dengan kehadiran gadis itu. Sampai suatu hari, gadis itu mengatakan kepadanya bahwa ia harus pergi ke Prancis dan takkan pernah kembali. Selain itu, mereka tidak akan memiliki masa depan yang baik jika kelak bersama. Jadi, sebaiknya mereka berpisah dan mengambil jalan masing-masing. Meskipun patah hati, sang pria menerima keputusan gadis yang dicintainya.

Ketika ia memperoleh kembali kepercayaan dirinya, ia bekerja keras siang dan malam, mengerahkan segala kemampuannya untuk menunjukkan siapa sesungguhnya dirinya. Akhirnya, ia mendapatkan posisi penting dalam perusahaannya. "Kau tak akan pernah gagal sampai kau berhenti mencoba". Kata-kata yang menjadi slogannya kini. "Aku harus berhasil dalam hidupku".

Pada suatu hari saat hujan, saat pria itu sedang mengendarai mobil, ia melihat sosok pasangan tua yang sedang berbagi payung berjalan ke sebuah tempat. Meskipun sudah memakai payung, mereka tetap basah. Tak memakan waktu lama, ia menyadari bahwa pasangan itu adalah orang tua mantan kekasih yang telah meninggalkannya. Ia memutuskan untuk mendekati mereka dan ingin memberi mereka tumpangan ke dalam mobil mewahnya.

Namun, sebelum pria itu sampai di dekat mereka, rupanya pasangan itu menuju ke sebuah pemakaman. Pria itu memutuskan untuk memarkir mobilnya dan mengikuti mereka. Tampaklah baginya sebuah foto dengan senyuman yang begitu manis pada batu nisan. Di sebelah kuburan itu, ia melihat burung-burung kertasnya tertata rapi dalam sebuah botol!

Orangtua gadis itu akhirnya melihatnya. Ia berjalan mendekati mereka dan bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Mereka menjelaskan, bahwa sesungguhnya anak gadis mereka tak pernah pergi ke Prancis. Ia terkena kanker stadium akhir. Ia percaya bahwa suatu saat ia akan berhasil mengalahkan kanker itu dan ia tidak mau penyakitnya menjadi beban bagi kekasihnya. Karena itulah dia memutuskan untuk meninggalkan kekasihnya.

Anak gadis itu meminta supaya orangtuanya meletakkan burung-burung kertas itu di sampingnya, karena, jika suatu hari nanti sang nasib membawa kekasihnya padanya lagi, kekasihnya itu dapat mengambil sebagian dari burung-burung kertas itu. Pria itu menangis.

Cara terburuk untuk kehilangan seseorang adalah saat kita duduk persis di sampingnya tetapi pada saat yang sama kita tahu bahwa kita tidak mungkin memilikinya dan bahkan tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.

**sumber : 6000 anak tangga cinta (Agnes Nita Carolina, SSi., MSi. dan A. Rudiy, SS. MTh.,)

BONEKA CINTA

Cinta bukanlah dari kata-kata tetapi dari segumpal keinginan diberi pada hati yang memerlukan.

Gue punya cowok yang dari kecil udah gue kenal, namanya Tommy. Gue selalu anggep dia temen sampe tahun lalu, pas kita ikut perjalanan liburan, gue ngerasa kalo gue udah jatuh cinta sama dia. Sebelum perjalanan itu berakhir, gue ngeberaniin diri ngungkapin perasaan gue ke dia. Dia nerima cinta gue dan kita jadian.

"Tom, bisa ga kita nonton malem ini?" tanya gue. "Aku ga bisa" jawabnya simple. "Kenapa? Kamu ada tugas ya?" tanya gue lagi dengan penuh rasa kecewa. "Engga kok. Malem ini aku udah ada janji sama temen". Yaaah....dia selalu gitu. Sejak gue kenal dia, gue belum pernah ngedenger dia bilang "I LOVE YOU". Bahkan dia ga bilang apa-apa dari hari pertama jadian sampe hubungan kita berlanjut ke 100....200 hari....

Setiap hari, sebelum berpisah, dia cuma ngasih gue sebuah boneka. Setiap hari, ga pernah engga. Gue ga tau kenapa.

Kemudian suatu hari....

"Hmm...Tom, aku..aku" kata gue gugup. "Ada apa? Jangan ragu, bilang aja" jawabnya. "I love you" kata gue. "Kamu... Hmm ambil nih bonekanya dan cepet pulang".

Gitulah cara dia mengabaikan 'tiga kata' suci gue dan ngegantinya sama boneka. Lalu dia ngilang, berlari seperti menghindari sesuatu.

Di hari ulang tahun gue, gue sedih banget. Gue kira dia bakal inget ulang tahun gue. Tapi hari itu, dia cuma ngasih gue boneka aja dan langsung pergi. Langsung gue teriak, "TUNGGU!!!"

"Bilang...bilang sama aku kalo kamu cinta sama aku!!"

"Apa?"

"Bilang sama aku!!"

"Aku ga mau bilang kalo aku mencintai seseorang dengan gampangnya. Kalo kamu ngerasa putus asa ngedenger ucapan aku, carilah cowok lain". Itulah yang diucapkannya. Dia langsung berlari ninggalin gue. Dia ga mau bilang dengan gampangnya. Kenapa dia tega? Gue ngerasa mungkin dia bukan cowok yang tepat buat gue.

Setelah hari itu, gue ngurung diri di kamar dan nangis. Dia ga nelfon walaupun gue nunggu. Dia cuma melanjutkan kebiasaan bodohnya ngasih gue boneka setiap hari. Dengan cara itulah boneka-boneka menuhin kamar gue, setiap hari.

Satu bulan berlalu, dia nelfon gue dan minta ketemuan di pemberhentian bus deket rumah gue. Gue berusaha nenangin diri dan pergi ke sana. gue berusaha nguatin diri kalo gue harus bisa lupain dia. Bahwa, inilah akhir dari kisah gue dengannya.

"Ren, aku kira kamu tersesat dan ga bisa nemuin aku. Ini kamu kan?"

Gue ga bisa benci sama dia. Dia bertingkah seperti semuanya baik-baik aja dan berusaha ngegoda gue dengan leluconnya. Lalu, seperti biasa dia memberikan bonekanya.

"Aku ga butuh itu!!" tegas gue.

"Apa? Kenapa?" tanyanya heran.

Gue rebut boneka itu dan membuangnya ke jalanan.

"Aku ga butuh boneka itu! Aku ga butuh lagi! Aku ga mau ketemu orang kayak kamu lagi!" kata gue.

"Maafkan aku" katanya lirih. Lalu dia berjalan ke arah jalan buat ngambil boneka itu.

"Hei bodoh! Ngapain kamu ambil boneka itu? Buang aja!" teriak gue. Tapi dia tetap berjalan ngambil boneka itu. Lalu...... "POM......POM!!!!!" bunyi klakson sebuah truk besar bergerak ke arahnya. "Tom! Minggir!!!"

Tapi dia ga denger gue. Dia membungkuk dan ngambil boneka itu. "TOM, MINGGIR!!!!!"

"POMM!!!!" dan kemudian "BUUMMM!!!!!" suara itu sangat mengerikan. Dengan cara itulah dia pergi, tanpa natap gue buat bilang sesuatu. Sejak itu gue ngerasa sangat kehilangannya.

Dua bulan berlalu, gue ngambil boneka-boneka itu. Itu adalah satu-satunya pemberian dari dia sejak pertama kita jadian. Gue mulai ngitung boneka-boneka itu. Semuanya ada 485 boneka. Gue nangis lagi dengan sebuah boneka di pelukan gue. Gue memeluknya erat-erat, lalu tiba-tiba.....

"I love you ~~ I Love you ~~"

Gue shock. "I love you?" pikir gue dalam hati. Gue ambil boneka-boneka itu dan menekan perut mereka... "I love you ~~ I love you ~~". Ga mungkin!! Gue tekan perut semua boneka itu dan semuanya sama. Kata-kata itu keluar tanpa henti. I love you. Kenapa gue ga pernah sadar kalo hatinya selalu ada di sisiku, ngejagain gue.

Gue ngambil boneka yang gue simpan di bawah tempat tidur gue dan menekan perutnya. Itulah boneka terakhir yang gue lempar ke jalan. Masih ada darahnya yang melekat di boneka itu.

Sebuah suara yang gue rindu...

"Ren, kamu tau ga hari ini hari apa? Kita udah saling mencintai selama 486 hari. Kamu tau ga apa artinya 486? Aku ga sanggup bilang "I love you"..... karena aku malu buat bilangnya. Kalo kamu mau maafin aku dan nerima boneka ini, aku bakal bilang 'I love you" setiap hari.... sampe aku mati. Ren, I LOVE YOU"

Air mata gue membanjiri pipi gue. Kenapa? Kenapa Tuhan? Kenapa gue baru tau hal ini sekarang? Dia ga bisa ada di sisi gue tapi dia mencintai gue sampe detik terakhir hidup dia. Untuk itu dan karena alesan itu, bagi gue, itu menjadi penguat untuk memulai sebuah kehidupan yang indah.

Cinta sebenarnya adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

**sumber : 6000 anak tangga cinta (Agnes Nita Carolina, SSi., MSi. dan A. Rudiy, SS. MTh.,)

Rabu, 01 Februari 2012

Jangan Takut Menyatakan Cinta

Kelemahan manusia yang paling besar adalah keraguannya untuk mengatakan pada orang sekitar seberapa besar dia mencintai mereka, ketika mereka masih hidup (NN).

Suatu ketika ada seorang pemuda yang sangat mengagumi sosok wanita yang selama ini diidamkannya. Pemuda itu terus berfikir bagaimana cara mendekati wanita yang diincarnya itu, ia bingung harus memulainya dari mana.

"Ahaaa....mendingan gue sering beli kaset di toko dia aja, kan bisa sering ketemu"

Entah berapa keping kaset yang telah dibelinya. Walaupun kaset yang dibeli asal-asalan dan tak diminatinya, pemuda itu tetap pembelinya.

"Ini mas kasetnya" dengan raut muka tersenyum ramah wanita itu memberikan kaset yang dibungkus kantong plastik hitam, dengan sangat terbata-bata pemuda itu menjawab, "Iy.....iy.....yaa.....ma.....makasih yaa".

Pemuda itu pun pergi meninggalkan toko kaset itu dan anehnya setiap ia membeli kaset, ia tak pernah membuka isi kaset itu, ia langsung menaruhnya di dalam kotak khusus yang disimpan rapi di dalam lemari pakaiannya.

Pemuda itu terus-menerus melakukan rutinitas yang sama dan pada akhirnya ketika pemuda itu kembali ke toko kaset, dia merasa terkejut sebab penjaga kaset telah berubah. Pemuda itu pun memberanikan diri untuk menanyakan keberadaan wanita yang selama ini diincarnya.

"Maaf mbak, kalo mbak yang satunya lagi kemana ya?"

"Maaf maksud mas, yang jaga toko di sini?"

"Iya"

"Aduh mas, emangnya mas ga tau apa yang udah terjadi?"

Pemuda itu hanya menggelengkan kepala.

"Maaf, wanita yang mas maksud udah ga kerja di sini lagi, dia udah pergi jauh dan ga akan pernah kembali, dia udah tenang di sana mas"

Bagaikan disambar petir di siang bolong, pemuda itu ambruk, lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan toko kaset kenangannya. Sesampainya di rumah, pemuda itu akhirnya memberanikan diri untuk membuka kaset yang terbungkus plastik hitam satu persatu, alangkah kagetnya ia ketika plastik itu dibuka, di dalamnya terdapat lembaran kertas (surat yang diselipkan oleh wanita pujaannya).

Bungkusan pertama dibuka : "Apa kamu punya waktu?"

Bungkusan kedua dibuka : "Kenapa ga dibales?"

Bungkusan ketiga dibuka : "Apa kamu mau jalan sama aku?"

Bungkusan keempat dibuka : "Beberapa kali aku selipkan surat tapi ga pernah kamu respon, ternyata selama ini aku telah salah menyukaimu. MUNGKIN DIRIMU BUKAN UNTUKKU"

Dengan sangat terbata-bata pemuda itu menangis sejadi-jadinya, ia menyesali atas semua yang terjadi. "Ya Tuhan, kenapa ga dari awal aja aku membvuka plastik hitam ini?"

Janganlah takut menyatakan cinta, katakanlah isi hatimu sejujurnya, diterima atau ditolak itu sudah menjadi konsekuensi dari apa yang kita lakukan dan kita harus bisa menerimanya dengan penuh kebesaran hati.

**Sumber : 6000 anak tangga cinta (Agnes nita Carolina, SSi., MSi dan A. Rudiy, SS. MTh.)