Cinta adalah tamu yang selalu datang tanpa undangan dan kepergiannya tidak pernah diharapkan. Dan sesungguhnya hati akan merasa memiliki cinta apabila cinta itu telah pergi (NN).
Rama dan Sinta sedang duduk di taman. Mereka hanya memandangi langit ketika temen-teman mereka sedang having fun dengan pasangannyamasing-masing.
"Aku sungguh-sungguh bosan. Saat ini aku sungguh-sungguh berharap memiliki kekasih dan dapat menghabiskan waktu bersamanya" kata Sinta.
"Sepertinya cuma kita berdua yang tidak memiliki pasangan" timpal Rama. Keduanya hening sejenak.
"Aku punya ide. Ayo kita memainkan sebuah game" kata Sinta lagi.
"Game apa?"
"Gampang kok. Kamu jadi pacarku untuk seratus hari dan aku jadi pacarmu selama seratus hari. Bagaimana?"
"Um... Okay. Lagian aku juga tidak punya rencana dalam beberapa bulan ke depan"
"Nampaknya kamu tidak terlalu suka. Bersemangatlah! Hari ini akan menjadi hari pertama kencan kita. Sebaiknya kita pergi kemana?" tanya Sinta.
"Bagaimana kalau kita nonton film?" tanya Rama. "Aku dengar saat ini sedang ada penayangan film yang bagus di bioskop".
"Kelihatannya itu ide yang paling bagus. Ayo kita berangkat sekarang!". Dan mereka berdua pun pergi nonton film di bioskop.
Hari ke-2
Rama dan Sinta menonton konser bersama dan Rama membelikan sebuah gelang untuk Sinta.
Hari ke-3
Mereka belanja bareng untuk membeli kado ulang tahun teman mereka. Mereka makan satu es krim berdua dan saling berpelukan untuk pertama kali.
Hari ke-7
Rama membawa Sinta ke puncak gunung dan mereka menyaksikan sunset bersama. Ketika malam tiba dan bulan bercahaya, mereka duduk di rumput dan melihat bintang bersama. Ada bintang jatuh. Sinta membisikkan sesuatu.
Hari ke-25
Menghabiskan waktu bersama di taman bermain. Mereka naik rollercoaster, makan hotdog dan gula-gula kapas. Rama dan Sinta masuk ke "Rumah Hantu" dan Sinta memegang tangan orang lain dan mengira itu tangan Rama. Mereka tertawa bersama.
Hari ke-67
Mereka melewati sebuah sirkus dan memutuskan untuk menonton pertunjukan itu. Pesulap meminta Sinta menjadi asistennya dalam salah satu permainannya. Mereka menikmati pertunjukan-pertunjukan yang ada.
Hari ke-84
Sinta ingin mereka pergi ke pantai. Pantai tidak terlalu ramai hari itiu. Mereka berciuman untuk pertama kali saat matahari mulai terbenam.
Hari ke-99
Mereka memutuskan untuk melewati hari itu dengan biasa dan memutuskan untuk berjalan kaki keliling kota. Mereka duduk di sebuah kursi.
1:23 siang
"Aku haus" kata Sinta. "Tunggu sebentar biar aku yang belikan minuman. Mau minum apa?" tanya Rama. "Jus apel sepertinya enak".
1:43 siang
Sinta telah menunggu selama 20 menit tetapi Rama belum juga kembali. Lalu seseorang berjalan ke arahnya.
Orang itu bertanya padanya, "Apa namamu Sinta?"
"Ya. Ada yang bisa saya bantu?"
"Saat ini di jalanan sana ada seorang pengemudi mabuk menabrak seorang pria. Aku pikir itu temanmu"
Sinta berlari ke arah yang ditunjukkan orang itu dan melihat Rama tergeletak di jalan dengan darah memenuhi wajahnya dan jus apel itu masih di tangannya. Ambulans datang dan dia menemani Rama ke Rumah Sakit. Sinta duduk di luar kamar gawat darurat selama lima jam lebih. Dokter keluar dan ia menarik nafasnya.
11:51 malam
"Saya minta maaf, tetapi kami sudah berusaha sebaik mungkin. Ia masih bernafas tetapi kelihatannya Tuhan akan segera menjemputnya. Kami menemukan surat ini di sakunya" kata sang dokter sambil memberikan sepucuk surat kepada Sinta. Sinta segera beranjak ke dalam kamar untuk melihat Rama. Ia kelihatan sangat lemah tetapi damai. Sinta membaca surat itu dan ia menangis.
Isi surat itu :
Tina,
Seratus hari kita hampir habis. Aku sungguh-sungguh menikmati hari-hari saat bersamamu. Meskipun mungkin kamu kadang-kadang tampak rakus dan lamban berpikir, tetapi semua itu membawa kebahagiaan ke dalam hidupku. Aku telah menyadari bahwa kau sungguh-sungguh gadis yang manis dan aku menyalahkan diriku sendiri mengapa selama ini aku tak pernah menyadari hal itu. Aku tidak punya banyak hal untuk kukatakan, tetapi aku cuma berharap kita bisa memperpanjang waktu kita. Aku ingin menjadi pacarmu selamanya dan berharap kamu selalu ada di sampingku setiap waktu. Sinta, I love you.
11:58
"Rama, tahukah kamu permohonan apa yang aku buat saat melihat bintang jatuh waktu itu? Aku minta kepada Tuhan untuk membiarkan kita selamanya. Kita telah saling memiliki selama 100 hari ini peter. Kamu gak boleh ninggalin aku. I LOVE YOU. Dapatkah kamu kembali padaku saat ini? I love you Rama. I LOVE YOU.
Ketika waktu menunjukkan jam 12 malam. Jantung Rama berhenti berdetak. Itu adalah hari ke-100.
Cinta adalah roda yang menggilas setiap orang yang mengikuti geraknya, tetapi tanpa gilasan cinta, Kita tidak dapat merasakan betapa indah hidup ini.
**sumber : 6000 anak tangga cinta (Agnes Nita Carolina, SSi., MSi. dan A. Rudiy, SS. MTh.,)