Rabu, 01 Februari 2012

Jangan Takut Menyatakan Cinta

Kelemahan manusia yang paling besar adalah keraguannya untuk mengatakan pada orang sekitar seberapa besar dia mencintai mereka, ketika mereka masih hidup (NN).

Suatu ketika ada seorang pemuda yang sangat mengagumi sosok wanita yang selama ini diidamkannya. Pemuda itu terus berfikir bagaimana cara mendekati wanita yang diincarnya itu, ia bingung harus memulainya dari mana.

"Ahaaa....mendingan gue sering beli kaset di toko dia aja, kan bisa sering ketemu"

Entah berapa keping kaset yang telah dibelinya. Walaupun kaset yang dibeli asal-asalan dan tak diminatinya, pemuda itu tetap pembelinya.

"Ini mas kasetnya" dengan raut muka tersenyum ramah wanita itu memberikan kaset yang dibungkus kantong plastik hitam, dengan sangat terbata-bata pemuda itu menjawab, "Iy.....iy.....yaa.....ma.....makasih yaa".

Pemuda itu pun pergi meninggalkan toko kaset itu dan anehnya setiap ia membeli kaset, ia tak pernah membuka isi kaset itu, ia langsung menaruhnya di dalam kotak khusus yang disimpan rapi di dalam lemari pakaiannya.

Pemuda itu terus-menerus melakukan rutinitas yang sama dan pada akhirnya ketika pemuda itu kembali ke toko kaset, dia merasa terkejut sebab penjaga kaset telah berubah. Pemuda itu pun memberanikan diri untuk menanyakan keberadaan wanita yang selama ini diincarnya.

"Maaf mbak, kalo mbak yang satunya lagi kemana ya?"

"Maaf maksud mas, yang jaga toko di sini?"

"Iya"

"Aduh mas, emangnya mas ga tau apa yang udah terjadi?"

Pemuda itu hanya menggelengkan kepala.

"Maaf, wanita yang mas maksud udah ga kerja di sini lagi, dia udah pergi jauh dan ga akan pernah kembali, dia udah tenang di sana mas"

Bagaikan disambar petir di siang bolong, pemuda itu ambruk, lalu ia pun bergegas pergi meninggalkan toko kaset kenangannya. Sesampainya di rumah, pemuda itu akhirnya memberanikan diri untuk membuka kaset yang terbungkus plastik hitam satu persatu, alangkah kagetnya ia ketika plastik itu dibuka, di dalamnya terdapat lembaran kertas (surat yang diselipkan oleh wanita pujaannya).

Bungkusan pertama dibuka : "Apa kamu punya waktu?"

Bungkusan kedua dibuka : "Kenapa ga dibales?"

Bungkusan ketiga dibuka : "Apa kamu mau jalan sama aku?"

Bungkusan keempat dibuka : "Beberapa kali aku selipkan surat tapi ga pernah kamu respon, ternyata selama ini aku telah salah menyukaimu. MUNGKIN DIRIMU BUKAN UNTUKKU"

Dengan sangat terbata-bata pemuda itu menangis sejadi-jadinya, ia menyesali atas semua yang terjadi. "Ya Tuhan, kenapa ga dari awal aja aku membvuka plastik hitam ini?"

Janganlah takut menyatakan cinta, katakanlah isi hatimu sejujurnya, diterima atau ditolak itu sudah menjadi konsekuensi dari apa yang kita lakukan dan kita harus bisa menerimanya dengan penuh kebesaran hati.

**Sumber : 6000 anak tangga cinta (Agnes nita Carolina, SSi., MSi dan A. Rudiy, SS. MTh.)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar