Kamis, 02 Februari 2012

1001 BURUNG-BURUNG KERTAS

Hanya dengan cinta yang indah, kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan dan pahitnya kesedihan dan duka perpisahan (Khalil Gibran)

Suatu hari, ada seorang pria yang sangat mencintai seorang gadis. Pria itu amat romantis dan ia membuatkan 1001 burung-burung kertas sebagai hadiah ulang tahun kepada gadis itu. Namun, pada waktu itu ia hanyalah seorang karyawan biasa di perusahaan tempatnya bekerja. Masa depannya tidak terlihat begitu cerah. Tetapi ia nampak bahagia dengan kehadiran gadis itu. Sampai suatu hari, gadis itu mengatakan kepadanya bahwa ia harus pergi ke Prancis dan takkan pernah kembali. Selain itu, mereka tidak akan memiliki masa depan yang baik jika kelak bersama. Jadi, sebaiknya mereka berpisah dan mengambil jalan masing-masing. Meskipun patah hati, sang pria menerima keputusan gadis yang dicintainya.

Ketika ia memperoleh kembali kepercayaan dirinya, ia bekerja keras siang dan malam, mengerahkan segala kemampuannya untuk menunjukkan siapa sesungguhnya dirinya. Akhirnya, ia mendapatkan posisi penting dalam perusahaannya. "Kau tak akan pernah gagal sampai kau berhenti mencoba". Kata-kata yang menjadi slogannya kini. "Aku harus berhasil dalam hidupku".

Pada suatu hari saat hujan, saat pria itu sedang mengendarai mobil, ia melihat sosok pasangan tua yang sedang berbagi payung berjalan ke sebuah tempat. Meskipun sudah memakai payung, mereka tetap basah. Tak memakan waktu lama, ia menyadari bahwa pasangan itu adalah orang tua mantan kekasih yang telah meninggalkannya. Ia memutuskan untuk mendekati mereka dan ingin memberi mereka tumpangan ke dalam mobil mewahnya.

Namun, sebelum pria itu sampai di dekat mereka, rupanya pasangan itu menuju ke sebuah pemakaman. Pria itu memutuskan untuk memarkir mobilnya dan mengikuti mereka. Tampaklah baginya sebuah foto dengan senyuman yang begitu manis pada batu nisan. Di sebelah kuburan itu, ia melihat burung-burung kertasnya tertata rapi dalam sebuah botol!

Orangtua gadis itu akhirnya melihatnya. Ia berjalan mendekati mereka dan bertanya mengapa hal itu bisa terjadi. Mereka menjelaskan, bahwa sesungguhnya anak gadis mereka tak pernah pergi ke Prancis. Ia terkena kanker stadium akhir. Ia percaya bahwa suatu saat ia akan berhasil mengalahkan kanker itu dan ia tidak mau penyakitnya menjadi beban bagi kekasihnya. Karena itulah dia memutuskan untuk meninggalkan kekasihnya.

Anak gadis itu meminta supaya orangtuanya meletakkan burung-burung kertas itu di sampingnya, karena, jika suatu hari nanti sang nasib membawa kekasihnya padanya lagi, kekasihnya itu dapat mengambil sebagian dari burung-burung kertas itu. Pria itu menangis.

Cara terburuk untuk kehilangan seseorang adalah saat kita duduk persis di sampingnya tetapi pada saat yang sama kita tahu bahwa kita tidak mungkin memilikinya dan bahkan tidak akan pernah bertemu dengannya lagi.

**sumber : 6000 anak tangga cinta (Agnes Nita Carolina, SSi., MSi. dan A. Rudiy, SS. MTh.,)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar